Senin, 06 Februari 2012

Pesan Perdamaian Dari Keita Untuk Mali

Seydou Keita
Seydou Keita mengirimkan pesan khusus selepas jadi penentu kemenangan Mali di perempatfinal Piala Afrika 2012. Sambil meneteskan air mata, dia mengharapkan terciptanya perdamaian di negaranya.

Mali baru saja lolos ke semifinal Piala Afrika setelah menghentikan tuan rumah Gabon di Stade d'Angondje, Libreville, Senin (6/2/2012) dinihari WIB. Les Aigles menang adu penalti 5-4 dan Keita jadi penentu setelah eksekusinya menembus gawang Didier Ovono.

Kemenangan Mali ini jadi angin segar di tengah memburuknya situasi keamanan di negara Afrika Barat itu. Dalam dua hari terakhir, lebih dari 20 orang pemberontak tewas dalam baku tembak di wilayah Timbuktu.

Sebagai informasi, pemerintah Mali kini tengah dipusingkan oleh aksi pemberontak separatis Tuareg yang berupaya mendirikan negara sendiri. Tuareg memperjuangkan kemerdekaan Azawad, sebuah wilayah yang mencakup Kidal, Timbuktu, dan Gau di bagian utara Mali.

Kondisi ini membuat Keita prihatin. Gelandang Barcelona ini berharap semua kelompok di negaranya mau bersatu dan menghentikan konflik bersenjata.

"Saya meminta orang-orang untuk menghentikan ini. Ini tidak normal, kami tidak melakukan itu," ucap Keita dengan mata berkaca-kaca seperti dikutip Reuters.

"Kami butuh perdamaian, kita semua orang Mali," katanya.

"Presiden harus melakukan apa pun yang dia bisa untuk menghentikan ini. Kami sedang merayakan kemenangan kami, tapi pada saat yang sama kami merasa sangat sedih. Ada kesedihan di antara para pemain," tutur Keita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar